Menuju Panggung Infinity Fraternus: Mahasiswa Seni Pertunjukan Universitas Negeri Malang Gelar Gladi Bersih Intensif di Graha Tirta


persiapan prosesi geladi bersih (Foto ist.)


Damariotimes. MALANG – Suasana sibuk dan penuh energi kreatif menyelimuti Gedung Graha Tirta pada Selasa, 19 Mei 2026. Sejak pukul 11.00 WIB, ratusan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Departemen Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) telah berkumpul untuk menyelenggarakan persiapan gladi bersih menyeluruh. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga pukul 19.00 WIB ini merupakan tahapan krusial sebelum puncak perhelatan akbar bertajuk Pergelaran Seni Pertunjukan ke-XVII yang mengusung tema besar “Infinity Fraternus (Two Souls, One Horizon)”. Pementasan utama sendiri siap digulirkan secara megah pada esok hari, Rabu, 20 Mei 2026, mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB di lokasi yang sama.

Pelaksanaan gladi bersih ini menjadi momen pembuktian kerja keras dan dedikasi luar biasa bagi seluruh mahasiswa yang terlibat. Proses ini bukan sekadar latihan biasa, melainkan sebuah simulasi nyata yang menuntut fokus tinggi untuk mencapai kompetensi maksimal, baik sebagai penyaji karya estetis maupun sebagai penyelenggara pertunjukan yang profesional. Di dalam kurikulum akademik, rangkaian kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari ujian akhir semester untuk mata kuliah Penyajian Seni Pertunjukan serta Manajemen Pergelaran dan Produksi Seni Pertunjukan. Matakuliah ini dirancang khusus sebagai bekal fundamental yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan profesi mereka di masa depan. Melalui pengalaman langsung ini, mahasiswa yang memproyeksikan diri menjadi seorang guru akan memperoleh penguasaan teknik penyelenggaraan pergelaran yang matang, sementara mereka yang ingin terjun sebagai seniman profesional mendapatkan ruang nyata untuk mengasah ketajaman artistik dan manajerial.


salah satu penampilan repertoar gaya Bali (Foto ist.)

Pergelaran Seni Pertunjukan ke-XVII kali ini melibatkan kekuatan besar yang terdiri dari lebih dari 200 mahasiswa aktif. Sinergi lintas angkatan terlihat sangat harmonis di mana mahasiswa angkatan 2023 bertindak sebagai penyaji karya seni utama di atas panggung. Mereka akan menghadirkan total 14 penampil yang terbagi secara seimbang, yaitu 7 penampil tari dan 7 penampil musik. Di sisi lain, jalannya produksi dan operasional di balik layar sepenuhnya dikomandoi oleh mahasiswa angkatan 2024 yang berjumlah 103 orang. Mereka mengemban tanggung jawab besar sebagai tim manajemen, tim produksi, hingga event organizer yang mengatur alur acara. Kolaborasi yang apik ini mencerminkan integrasi yang sempurna antara aspek artistik yang menawan dan aspek manajerial yang terstruktur rapi, menunjukkan bagaimana sebuah produksi seni berskala besar dikelola dari hulu ke hilir.

Sebagai agenda tahunan yang dinantikan, pergelaran ini teguh berlandaskan pada prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi serta kurikulum pendidikan seni pertunjukan yang komprehensif. Kurikulum ini secara konsisten menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam merancang, memproduksi, serta mengelola sebuah pertunjukan yang berbasis pada kewirausahaan seni. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya kreatif dalam mencipta, tetapi juga disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap seluruh aspek produksi. Pada fase gladi bersih ini, komitmen tersebut diuji secara nyata melalui pengaturan waktu, koordinasi antar tim, dan pemecahan masalah secara cepat di lapangan.

Materi yang disajikan dalam ujian akhir semester ini sangat kaya akan nilai-nilai luhur kebudayaan Nusantara. Penonton esok hari akan disuguhkan kolaborasi apik antara seni tari dan seni musik yang mengangkat representasi budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman warisan tradisi ini mencakup wilayah yang sangat luas, mulai dari eksotisme Jawa Timur, keanggunan Jawa Tengah dan Jawa Barat, religiusitas magis Bali, kekuatan ritme wilayah Indonesia Timur, keunikan Kalimantan, hingga kemegahan khazanah budaya Sumatra. Seluruh ragam sajian ini dihadirkan dalam bentuk interpretasi artistik baru yang dikemas secara modern, kreatif, dan harmonis. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa keberagaman budaya Nusantara bukanlah sebuah pemisah, melainkan kekayaan luar biasa yang disatukan oleh semangat persatuan yang kokoh dalam bingkai seni pertunjukan.

Pemilihan tema “Infinity Fraternus” membawa pesan filosofis yang sangat mendalam mengenai esensi persaudaraan tanpa batas antar generasi. Konsep ini lahir dari hasil reinterpretasi kreatif terhadap tokoh pewayangan kembar, Nakula dan Sadewa, yang dipandang sebagai simbol keseimbangan hakiki dari dua cara pandang manusia terhadap kehidupan. Tokoh Nakula diinterpretasikan sebagai representasi pemahaman terhadap kosmos, langit, dan keteraturan semesta yang makro. Sementara itu, Sadewa melambangkan kedekatan manusia dengan bumi, alam, dan keseimbangan mikro dalam kehidupan sehari-hari. Kombinasi keduanya mencerminkan harmoni yang indah antara pengetahuan dan kebijaksanaan, antara modernitas dan tradisi, serta bagaimana perbedaan-perbedaan yang ada dapat bersatu padu menuju satu tujuan yang mulia. Pesan ini dipertegas oleh jargon mereka, “Two Souls, One Horizon”, yang menggemakan keyakinan bahwa perbedaan latar belakang, karakter, dan pemikiran bukanlah sebuah penghalang besar, melainkan sebuah kekuatan kolektif untuk mencapai satu visi dan cakrawala yang sama.

Ketua Panitia Pergelaran Seni Pertunjukan ke-XVII menjelaskan bahwa rangkaian panjang kegiatan ini telah melalui berbagai tahapan persiapan yang sangat matang dan melelahkan. Selama berbulan-bulan, mahasiswa telah melewati fase konseptualisasi, latihan intensif, pengaturan posisi panggung (blocking), penyelarasan suara (checksound), hingga akhirnya mencapai tahap gladi bersih penuh ini. Pada hari pelaksanaan esok, seluruh unsur pendukung pertunjukan akan ditampilkan secara maksimal tanpa celah. Hal ini meliputi penataan panggung yang megah, keindahan kostum yang merepresentasikan daerah masing-masing, aransemen musik yang memukau, ketepatan penggunaan properti, serta elemen artistik pencahayaan yang dramatis demi menghadirkan pengalaman menonton yang utuh, spektakuler, dan berkualitas tinggi bagi masyarakat luas.

Lebih lanjut, Ketua Panitia mengungkapkan bahwa pergelaran ini menjadi ruang laboratorium pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kreativitas, manajemen, dan kerja sama tim dalam satu produksi seni yang utuh. Selain mengejar aspek akademik, kegiatan ini juga memikul misi sosial dan kultural yang besar. Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan tahunan ini adalah untuk memberikan ruang apresiasi sekaligus edukasi seni yang edukatif kepada masyarakat umum. Melalui media seni pertunjukan, panitia juga berupaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu lingkungan sekitar, mendukung upaya pelestarian budaya bangsa khususnya di bidang tari, musik, dan teater, serta memperkuat jejaring kerja sama yang strategis antara dunia pendidikan tinggi dengan sektor pariwisata dan industri kreatif di Indonesia.

Dengan diselenggarakannya pergelaran berskala besar ini, Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang membuktikan komitmen berkelanjutannya untuk terus berkontribusi aktif dalam pengembangan dan pemajuan seni pertunjukan di tanah air. Melalui kurikulum yang adaptif dan berbasis praktik nyata seperti ini, Universitas Negeri Malang berharap dapat terus mencetak dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi serta siap menjadi pelopor di bidang seni, budaya, dan industri kreatif nasional.

 

Reporter: R.Dt.

 

Posting Komentar untuk "Menuju Panggung Infinity Fraternus: Mahasiswa Seni Pertunjukan Universitas Negeri Malang Gelar Gladi Bersih Intensif di Graha Tirta"