Ngarak Kendang Keliling Kampung Bangkalan Krajan Sukun Malang

        Damariotimes, peringatan tanggal 1 suro 2023 tentu beragam. Mulai dari ritual secara pribadi hingga ritual komunal, yaitu yang dilakukan oleh komunitas tertentu. Bentuk kegiatannya juga macam-macam, bisa tirakatan, selamatan, atau menggelar seni pertunjukan. 
Ritual arak-arakan ngendong Kendang (foto ist.)
        Tradisi di Desa Bakalan Krajan, utamanya di kampung urung-urung adalah ritual selamatan dan arak-arakan ngendong kendang. Kendang diikat dengan kain Jarit di badan seorang pengendang. Waktu Sumatri masih hidup, tradisi tersebut dilakukan. Karena Sumantri meyakini, bahwa punden desa urung-urung selalu ikut melindungi dan menentramkan warganya. Tradisi ini masih dilestarikan, bahkan ketua RW VI, bapak Budi memimpin sendiri arak-arakan ngendong kendang keliling kampung. Pada hari Rabu, 2 Agustus 2023 ritual arak-arakan ngendong kendang dilakukan, sunggugpun, tidak tepat dilakukan para malam 1 suro.
        Mimin Marita putri Sulung almarhum Sumantri membunyikan dua buah bilah  Bonang, gong dinaikan motor Tossa, dan diiringi dengan kendang yang dibunyikan sambil di gendong oleh Susilo, salah satu murid dari bapak Sumantri.
        Arak arakan malam itu memang tampak biasa saja, setidaknya sudah beralih jadi fungsi publikasi. Bahwa makam itu diselenggarakan selamatan dan memetri punden, salah satunya adalah Ki Sumantri yang dipandang sebagai Pekunden dari seniman karawitan se-Malang Raya.


Reporter  : R. Hidajat
Editor      : Muhammad Afaf Hasyimy

Posting Komentar untuk "Ngarak Kendang Keliling Kampung Bangkalan Krajan Sukun Malang"