![]() |
| Buku Komposisi Tari dan Elemen baru karya Prof. Dr. Robby Hidajat, M,Sn. (foto ist.) |
Damariotimes.
Buku Komposisi Tari dan Elemen Baru
tulisan Prof. Dr. Robby Hidajat, M,Sn. Dihadirkan sebagai salah satu materi bahan ajar penting
pada mata kuliah Komposisi Tari di Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP
DSD), Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM). Kehadiran buku ini
menjadi jembatan krusial yang menghubungkan fondasi keilmuan tari klasik dengan
dinamika zaman mutakhir, sekaligus mendorong para mahasiswa agar siap melangkah
dan bersaing secara mantap di abad digital. Melalui pendekatan akademis yang
adaptif, buku ini memandu mahasiswa untuk tidak hanya terampil dalam mengolah
gerak fisik di panggung konvensional, tetapi juga tanggap terhadap media
digital yang kini menjadi sarana ekspresi baru bagi masyarakat global.
Secara komprehensif, buku ini mengajak pembaca dan
mahasiswa menjelajahi dunia komposisi tari dari dua sudut pandang yang saling
melengkapi, yaitu tradisi dan inovasi. Pada bagian awal, buku ini membangun
pemahaman mendalam mengenai elemen-elemen koreografi konvensional yang
sebelumnya telah dipopulerkan oleh para maestro tari modern. Mahasiswa diajak untuk
menelaah secara kritis konsep-konsep dasar tari seperti penggunaan ruang, ritme
dan durasi waktu, dinamika tenaga, serta penyusunan bentuk atau struktur
koreografi. Pemahaman terhadap prinsip-prinsip klasik ini dijadikan fondasi
utama yang kokoh, sebab inovasi yang bernilai tinggi senantiasa berangkat dari
penguasaan akar tradisi dan teori dasar yang kuat.
Setelah menanamkan pengetahuan koreografi mendasar
tersebut, buku ini memperluas cakrawala berpikir pembaca dengan
mengintegrasikan elemen-elemen baru yang lahir secara alami dari perkembangan
dunia digital. Di era ketika platform media sosial dan ruang virtual telah
bergeser menjadi panggung utama pertunjukan, cara tari diciptakan, ditampilkan,
dan dinikmati pun mengalami transformasi yang cukup signifikan. Buku ini secara
terperinci menguraikan bagaimana kehadiran filter visual, efek suara digital,
pencahayaan virtual, hingga pola interaksi daring mampu memberikan warna dan
makna baru pada sebuah karya koreografi. Mahasiswa diperkenalkan pada konsep komposisi
digital, sebuah ranah di mana narasi gerak dan sajian visual media baru menyatu
menjadi satu kesatuan ekspresi yang utuh, dinamis, dan memikat.
Pendekatan dwidimensi yang diusung dalam buku ini tidak
sekadar membekali penari dan calon koreografer dengan pengetahuan teknis
belaka, melainkan juga menumbuhkan keberanian untuk bereksplorasi secara bebas
dan berinovasi secara matang. Di tengah melimpahnya tantangan serta peluang di
era serba cepat ini, mahasiswa PSP DSD FS UM didorong untuk tidak tertinggal
oleh arus teknologi, melainkan mampu mengendalikannya sebagai media artistik
baru. Melalui materi yang disajikan secara runtut dan inspiratif, buku ini
menjadi panduan esensial yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin
memahami, menciptakan, dan mengembangkan karya seni tari yang tetap berakar
pada keilmuan seni, namun hadir secara relevan, kontekstual, serta relevan
dengan perkembangan zaman.
Penulis: R.Dt.

sangat terinspirasi,inovasi bahan ajar yang luar biasa dalam memadukan tradusi kreasi
BalasHapusHarmoni tari sekarang bukan cuma dari ruang, waktu, tenaga konvensional, tapi dari kesatuan dengan elemen baru digital - visual AR/VR, audio looping DAW, dan interaksi prosumer.
BalasHapusArtikel ini menarik karena menunjukkan bagaimana komposisi tari dapat berkembang dengan memadukan dasar-dasar tradisi dan inovasi digital. Pembahasannya juga relevan bagi mahasiswa seni karena mendorong kreativitas dalam menciptakan karya tari yang tetap memiliki dasar keilmuan, tetapi mampu mengikuti perkembangan teknologi.
BalasHapusartikel ini memberikan banyak ilmu yang bermanfaat mengenai buku komposisi tari dan elemen baru
BalasHapusKeren sih bukunya, tradisi tari tetap jadi dasar tapi tetap nyambung sama dunia digital sekarang. Cocok banget buat anak seni yang mau berkarya di panggung maupun medsos saya punya bukunya
BalasHapuskerenn bgt bukunyaa. Lalu artikel ini sngatt menarik karena menunjukkan bahwa tari tidak harus terpaku pada tradisi, tetapi bisa berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital. Perpaduan antara dasar-dasar tari dan inovasi membuat karya tari menjadi lebih kreatif, relevan, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
BalasHapuskeren sekali buku terbarunya,disini juga dijelaskan bahwa tari juga harus bisa berkembang dari tradisional menjadi modern mengikuti era digital yang penuh dengan teknologi sekarang
BalasHapusartikelnya dapat menambah wawasan tentang komposisi tari dan elemen baru dalam karya. mahasiswa PSP angkatan 25 hadir dan siap belajar
BalasHapusPenggabungan unsur tradisi dengan elemen digital memberi ruang baru dalam komposisi tari, tanpa harus meninggalkan dasar-dasar koreografi yang sudah ada.
BalasHapusPembahasan tersebut dinilai memberikan pencerahan serta inspirasi bagi pengembangan bahan ajar dan literasi seni pertunjukan di Indonesia.
BalasHapusArtikel ini menarik karena menunjukkan bahwa keseimbangan dan sikap tubuh merupakan dasar penting untuk menghasilkan gerakan tari yang baik.
BalasHapusArtikel ini menjelaskan bahwa buku Komposisi Tari dan Elemen Baru karya Prof. Dr. Robby Hidajat menjadi bahan ajar penting di Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.
BalasHapusBuku ini menjadi jembatan antara ilmu tari klasik dengan perkembangan zaman digital, agar mahasiswa tidak hanya terampil menari di panggung, tetapi juga mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana ekspresi baru.
Menurut saya, komposisi tari merupakan hal penting untuk menciptakan gerakan yang indah dan harmonis. Penambahan elemen baru dalam tari juga dapat memberikan warna dan kreativitas, sehingga sebuah karya tari menjadi lebih menarik tanpa kehilangan nilai dan makna yang ingin disampaikan.
BalasHapusArtikel ini sangat bermanfaat dan membantu memahami buku komposisi tari dan elemen baru berupa wawasan tentang media digital/ruang digital🙌🏻
BalasHapusBuku ini cukup mendukung di jaman sekarang untuk melaraskan antara kelestarian budaya maupun ekspresi seni yang bisa disampaikan di media massa maupun media sosial tingkat global
BalasHapusBuku ini sebagai bahan ajar utama pada mata kuliah Komposisi Tari di Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP DSD) Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM). Buku ini dirancang untuk menjembatani fondasi keilmuan tari klasik konvensional yang bertumpu pada penguasaan ruang, waktu, tenaga, dan bentuk dengan dinamika era digital.
BalasHapusArtikel yang membahas tentang komposisi tari
BalasHapusMateri ini menarik karena mengajarkan bahwa tari tradisional bisa dikembangkan dengan ide-ide baru tanpa menghilangkan ciri khas dan nilai budayanya.
BalasHapusbukunya keren, membahas detail komposisi tari
BalasHapussemoga prof Robby tetap menciptakan buku buku yang bermanfaat bagi generasi² mendatang
BalasHapusisi dari buku ini menambah banyak pengetahuan baru saya terkait materi materi komposisi tari, terimakasih prof roby🫰🏻
BalasHapusKomposisi tari jadi lebih menarik ketika gerakan tradisional dipadukan dengan unsur baru. Perpaduan ini bisa membuat tarian terasa lebih segar dan unik, asalkan setiap unsur tetap menyatu dan tidak menghilangkan ciri khas dari tarian itu sendiri.
BalasHapusmata kuliah komposisi tari sangat seruuuu dan menyenangkan
BalasHapuskomposisi tari berisi elemen penting sebuah tarian, senang sekali saat ini saya belajar mata kuliah ini dengan prof
BalasHapusbuku komposisi tari dan elemen baru ini baru saja terbit dan sampai di tangan mahasiswa sp um, sangat bermanfaat
BalasHapusBuku ini mendorong semangat mahasiswa seni pertunjukan untuk bersaing secara ptofesional
BalasHapusbuku ini sangat menarik dan menambah pengetahuan yang banyak buat saya
BalasHapusbuku ini sangat menarik dan menambah wawasan saya
BalasHapusartikel ini memberikan wawasan bahwa komposisi tari membutuhkan perpaduan elemen gerak, ruang, waktu, dan tenaga yang harmonis.
BalasHapusSangat menarik bagi pembaca
BalasHapusArtikel ini memberikan wawasan mendalam bahwa seni tradisi tidak bersifat kaku. Pembahasan yang disajikan menjelaskan cara pakem tradisi dipadukan dengan elemen modern tanpa menghilangkan esensi utamanya. Bagi mahasiswa yang sedang menyusun karya koreografi, tulisan ini menjadi rujukan yang bermanfaat agar karya tetap berakar pada tradisi namun relevan dengan perkembangan zaman.
BalasHapusbuku nya keren dan sangat inspiratif
BalasHapus