Kirab Seni Mahasiswa Sastra UM: Megah di Panggung, Terganjal Masalah Suara

 





Inaugurasi Fakultas Sastra 2026 (foto ist.) 





Damariotimes. MALANG — Sorak-sorai ribuan mahasiswa memadati Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) pada Minggu (4/10/2026) malam. Gelaran Inaugurasi Fakultas Sastra 2026 yang diusung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra tersebut sukses menjadi panggung ekspresi, kreativitas, dan penguat solidaritas lintas departemen, khususnya bagi para mahasiswa baru.

Acara dibuka dengan sambutan resmi sebelum memasuki agenda utama: pementasan drama dari tiap-tiap departemen. Rangkaian pertunjukan menyajikan keberagaman tema yang erat dengan realitas sosial, mulai dari lakon Token Mati, pementasan berlatar sejarah Cleopatra, hingga isu perundungan dan aksi demonstrasi.

Dari segi estetika visual, tata cahaya menjadi salah satu kekuatan utama pementasan malam itu. Sorotan lampu panggung yang presisi berhasil mengarahkan fokus penonton sekaligus membangun intensitas emosi di setiap babak pertunjukan. Perpaduan akting, dekorasi, dan tata lampu memberikan sajian artistik yang memikat.

Di balik kemegahan panggung, proses panjang dan penuh tantangan dilalui para pemain. Bulan, salah satu mahasiswa baru yang terlibat dalam pementasan, mengungkapkan alasannya bergabung dalam jajaran pemeran.

"Saya ikut karena memang suka dunia teater. Saya juga ingin mencoba hal baru di kampus, sekaligus menambah pengalaman dan bertemu teman-teman sebagai mahasiswa baru," ujar Bulan saat diwawancarai pada Senin (5/10/2026).

Ia menuturkan, proses latihan berlangsung cukup intensif dan melelahkan, terlebih dengan dinamika perubahan naskah, koreografi, hingga pengerjaan dekorasi panggung yang baru dimulai lima hari menjelang acara. Kendati demikian, ia merasa pesan dari pementasan tersebut berhasil tersampaikan.

"Ceritanya mirip dengan kehidupan sehari-hari, seperti masalah ekonomi, isu-isu nasional, sampai pandangan masyarakat yang masih memandang sebelah mata terhadap seni," tambahnya.

Namun, penampilan penuh totalitas para pemain sedikit terganggu oleh kendala teknis tata suara. Beberapa clip-on atau mikrofon jepit yang digunakan pemain mengalami gangguan teknis bahkan mati di tengah pementasan. Akibatnya, artikulasi dialog—yang menjadi inti penyampaian cerita—terdengar samar di area penonton dan mengaburkan substansi narasi di beberapa bagian.

Usai sesi pementasan drama, acara dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari para Liaison Officer (LO) serta pengumuman penghargaan departemen yang disambut antusias. Suasana Graha Cakrawala kembali bergemuruh saat dua grup musik, The Bumi dan Minoritas, tampil sebagai penutup rangkaian acara.

Evaluasi teknis, khususnya pada sektor sound system, menjadi catatan penting untuk perbaikan di masa mendatang. Pengujian kelayakan alat seperti clip-on, pengeras suara, serta penyediaan perangkat cadangan dan koordinasi antara tim teknis dengan pemeran di balik panggung perlu dimaksimalkan sebelum pentas dimulai.

Secara keseluruhan, Inaugurasi Fakultas Sastra UM 2026 tetap menjadi ajang apresiasi seni yang berkesan. Keberanian para mahasiswa baru untuk tampil serta tingginya antusiasme penonton hingga akhir acara menjadi modal berharga bagi penyelenggaraan inaugurasi di tahun-tahun berikutnya.

 

Konteributor lepas: Cinta Pelangi Bara Pratiwi



27 komentar untuk "Kirab Seni Mahasiswa Sastra UM: Megah di Panggung, Terganjal Masalah Suara"

  1. Kirab seni ini menunjukkan bahwa kegiatan seni di lingkungan mahasiswa dapat menjadi ruang untuk berekspresi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya. Kegiatan seperti ini juga dapat meningkatkan apresiasi terhadap seni dan mempererat kebersamaan antarmahasiswa. Semoga kegiatan seni seperti ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

    BalasHapus
  2. Menurut saya, pementasan drama tersebut menarik karena tidak hanya menampilkan cerita, tetapi juga mengangkat berbagai persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tata cahaya menjadi salah satu unsur penting karena mampu mengarahkan perhatian penonton dan memperkuat suasana setiap adegan. Selain itu, perpaduan akting, dekorasi, dan tata panggung membuat pertunjukan terlihat lebih hidup. Dari proses di balik panggung, terlihat bahwa sebuah pementasan membutuhkan kerja keras, latihan, dan kerja sama dari seluruh pemain maupun tim pendukung.

    BalasHapus
  3. Pertunjukan yang megah secara visual tetap perlu didukung tata suara yang baik. Masalah suara dapat mengurangi kejelasan narasi dan dialog, sehingga penataan teknis perlu menjadi perhatian utama sejak proses gladi bersih

    BalasHapus
  4. Rachma Agustine Putri Ahmadiana8 Oktober 2026 pukul 10.43

    Artikel ini menarik karena menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam berkesenian serta ikut melestarikan budaya melalui kegiatan kirab seni.

    BalasHapus
  5. Acara yang diusung oleh BEM Fakultas Sastra ini menampilkan pementasan drama lintas departemen dengan ragam isu sosial, seperti Token Mati, pementasan sejarah Cleopatra, hingga isu perundungan dan demonstrasi. Namun, meskipun sukses memikat ribuan penonton lewat estetika visual dan tata lampu panggung yang presisi, pementasan sempat terganggu oleh masalah teknis tata suara, di mana mikrofon jepit (clip-on) pemain mengalami gangguan hingga mati di tengah pementasan, ini lah yang menjadi bahan evaluasi untuk acara mendatang, bahwa kelayakan sound system terutama clip-on yang dipakai para pemain harus di pastikan apa benar-benar berfungsi dengan baik atau tidak agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

    BalasHapus
  6. semoga kedepannya menjadi bahan evaluasi bersama terkait masalah teknis yang ada dan bisa diperbaiki di inaugurasi tahun berikutnya🙌🏻

    BalasHapus
  7. Walaupun setiap acara pertunjukan yang diusahakan sempurna pasti ada masalahnya, namun semoga masalah itu dapat di evaluasi lebih matang lagi kedepannya. Kali ini angkatan 2026 cukup mengharumkan nama sedesa di acara Inaugurasi ini

    BalasHapus
  8. Kirab seni ini jadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan keberagaman seni dan budaya melalui karya yang ditampilkan.

    BalasHapus
  9. kirab seni pada acara inaugurasi sastra 2026 ini sangat menarik karena menampilkan berbagai drama dengan judul yang diangkat dari masalah masalah yang ada

    BalasHapus
  10. Artikel ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah pertunjukan seni tidak hanya ditentukan oleh kualitas kreativitas dan kemegahan panggung, tetapi juga oleh kesiapan teknis, khususnya tata suara. Kirab Seni Mahasiswa Sastra UM merupakan wujud kreativitas dan apresiasi seni mahasiswa yang patut diapresiasi.

    BalasHapus
  11. Pertunjukan Inaugurasi tahun ini cukup menarik, apalagi penampilan dari PSP yang berbeda dari sebelumnya, dimana sebelumnya menampilkan tarian, kini Maba 2026 PSP justru menyajikan tampilan teater, teater yang ditampikkan dapat memukau para penonton akan tetapi, terdapat sedikit yang perlu dievaluasi dalam teater ini, semoga kedepannya lebih baik lagi🤍

    BalasHapus
  12. Inaugurasi tahun ini cukup menarik karena ada beberapa penampilan PSP 2026 menampilkan teater yg berbeda dari tahun sebelumnya

    BalasHapus
  13. Menurut saya, kirab seni ini keren karena bisa menjadi tempat bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan mereka terhadap seni budaya. Kegiatan seperti ini juga membuat suasana kampus lebih hidup dan bisa mengenalkan seni kepada lebih banyak orang.

    BalasHapus
  14. MANTABBBB, INAUGURASI 2026 SANGAT JOSSS GLERRR GONGGG

    BalasHapus
  15. Alkindy Salsa Nabila13 Oktober 2026 pukul 04.34

    Terima kasih sudah meliput, Pak. Kegiatan seni seperti ini penting untuk menumbuhkan bakat dan kebersamaan mahasiswa baru.

    BalasHapus
  16. kirab seni ini program kerja fakultas sastra yang keren karena memberikan ruang untuk menunjukan bakat bagi mahasiswa

    BalasHapus
  17. Astria Angesti Laras13 Oktober 2026 pukul 07.11

    Kegiatan yang spektakuler, mengenalkan lebih jauh tentang departemen seni dan desain kepada mahasiswa baru

    BalasHapus
  18. Kirab seni ini keren

    BalasHapus
  19. Sevina Amanatus Salsabila13 Oktober 2026 pukul 13.35

    Secara keseluruhan, acara ini tetap sukses besar, seru, dan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa baru. Gangguan pada sistem suara menjadi catatan evaluasi teknis agar pertunjukan di tahun berikutnya bisa tampil lebih maksimal.

    BalasHapus
  20. Kemarin turut serta ikut meramaikan suasana,sungguh spektakuler penampilannya

    BalasHapus
  21. Kitab kegiatan ini yang sangat spektakuler, dapat lebih mengenalkan lebih jauh tentang departemen seni dan desain kepada mahasiswa baru. Kegiatan seni seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan bakat dan kebersamaan mahasiswa baru

    BalasHapus
  22. kegiatan yang sangat menakjubkan dan keren, senang bisa menjadi penonton dan turut serta meramaikan kegiatan tsb

    BalasHapus
  23. Syifa'un Putri Hanura14 Oktober 2026 pukul 07.02

    Ulasan yang sangat objektif dan membangun! Penyorotan terhadap megahnya pementasan seni mahasiswa Sastra UM yang diiringi evaluasi nyata mengenai kendala teknis tata suara memberikan catatan penting bahwa kualitas audio memiliki andil yang krusial dalam menyempurnakan keindahan sebuah pertunjukan seni.

    BalasHapus
  24. Revalina Eleonia Adan14 Oktober 2026 pukul 07.08

    Cerita ulasan diatas menunjukkan sangat unik dan pertunjukan nya memberikan saya motivasi

    BalasHapus
  25. Liputan yang berimbang: memuji pementasan dan tata cahaya, tapi mengkritik masalah suara. Judulnya kurang sesuai dengan isi.

    BalasHapus
  26. kirab seni ini merupakan kegiatan yang menarik karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus melestarikan budaya

    BalasHapus
  27. kemarin ikut nonton dan saya kagum dengan semua mahasiswa yang telah berani berdiri diatas panggung sana

    BalasHapus