![]() |
| Foto bersama tim PPWN (Foti ist.) |
Damariotimes. Malang
– Tim dosen Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program
pengabdian kepada masyarakat untuk memperkuat identitas merek dan memperluas
jangkauan pemasaran UMKM Batik Gama Wening di Desa Pait, Kecamatan Kasembon,
Kabupaten Malang. Melalui pengembangan identitas merek berbasis kearifan lokal
dan strategi pemasaran digital berbasis storytelling, program ini
diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk batik lokal di tengah
perkembangan pasar digital.
Kegiatan yang
berlangsung pada April hingga November 2026 ini merupakan bagian dari Program
Pengembangan Wilayah Mitra (PPWM) yang didanai melalui sumber dana Non-APBN
Universitas Negeri Malang tahun 2026. Tim pengabdian diketuai oleh Joko
Samodra, S.Kom., M.T., bersama Bunga Fefiana Mustikasari, S.Sn., M.Ds., Dennaya
Cintya Danastri, S.Sn., MBA, dan Ir. Muh. Aris Ichwanto, S.Pd., M.A., Ph.D.
Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa, yakni Olyvia Nurrizma Windyaningrum
dan Daeco Andrian.
![]() |
| aktivitas kegiatan dari PPWN (Foto ist.) |
Program tersebut
dilatarbelakangi oleh sejumlah tantangan yang dihadapi Batik Gama Wening,
terutama belum konsistennya identitas visual merek serta terbatasnya jangkauan
pemasaran. Selama ini, pemasaran masih mengandalkan promosi dari mulut ke
mulut, sementara pemanfaatan Instagram belum didukung perencanaan konten dan
strategi komunikasi yang optimal.
Untuk menjawab tantangan
tersebut, tim UM mengawali kegiatan melalui observasi, wawancara, dan diskusi
bersama pemilik usaha, tenaga produksi, tenaga administrasi, serta pemerintah
desa. Hasil identifikasi kebutuhan kemudian menjadi dasar pengembangan
identitas merek yang mengangkat kekayaan alam Desa Pait, mulai dari lingkungan
pegunungan, keanekaragaman tumbuhan, hingga aktivitas pertanian dan perkebunan.
Menariknya, pengembangan
identitas merek dilakukan melalui pendekatan co-creation atau
perancangan kolaboratif. Mitra dilibatkan secara langsung dalam merumuskan
konsep, memilih elemen visual, serta menyempurnakan desain logo dan warna
korporat. Hasilnya juga diterapkan pada berbagai media pendukung, seperti kartu
nama, stempel, banner, kartu ucapan terima kasih, hingga desain kemasan produk.
Tidak berhenti pada
penguatan identitas merek, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pemasaran
digital berbasis storytelling. Melalui pendekatan ini, Batik Gama Wening
didorong untuk tidak sekadar menampilkan produk, tetapi juga memperkenalkan
cerita di balik motif, proses pembuatan batik, pengalaman perajin, serta
nilai-nilai budaya dan lingkungan yang menjadi ciri khas Desa Pait.
Dalam pelatihan
tersebut, mitra turut diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan melalui
Gemini AI untuk membantu menggali ide konten, mengembangkan narasi pemasaran,
serta membuat dan menyunting materi visual. Penggunaan teknologi ini tetap
disertai pemeriksaan informasi dan kesesuaian tampilan produk agar konten yang
dihasilkan autentik serta mencerminkan karakter usaha.
Tim juga mendampingi
penyusunan kalender konten Instagram dengan pola tiga unggahan Feed atau Reels
setiap minggu, Stories minimal lima kali seminggu, serta siaran langsung satu
hingga dua kali sebulan. Pendampingan menunjukkan bahwa mitra telah mampu
menyusun rancangan pesan pemasaran dan mengembangkan konten visual berbasis
cerita dengan bantuan AI.
Untuk memastikan
keberlanjutan program, tim UM menyiapkan penyerahan aset digital dan panduan
identitas merek (brand guideline), pembentukan tim pengelola internal,
serta pemantauan berkala terhadap pelaksanaan strategi pemasaran.
Melalui kolaborasi
antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM, program ini diharapkan dapat membantu
Batik Gama Wening membangun identitas yang lebih kuat, memperkenalkan kekayaan
lokal Desa Pait, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas melalui
pemanfaatan teknologi digital.
Reporter : MAH


Artikel ini sangat menarik, melalui dari pendekatan perancangan kolaboratif untuk mengangkat kearifan lokal Desa Pait ke dalam identitas visual dan media kemasan. Selain itu, para pelaku UMKM dibekali strategi pemasaran digital berbasis cerita (storytelling) termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan seperti Gemini AI untuk merumuskan ide konten, penyusunan kalender unggahan media sosial secara terstruktur, serta penyerahan panduan merek demi memastikan keberlanjutan daya saing produk batik lokal di pasar digital.
BalasHapusArtikel ini menarik, terutama karena menampilkan pendampingan UMKM Batik Gama Wening yang tidak hanya berfokus pada penguatan branding lokal, tetapi juga membekali pelaku usaha dengan strategi pemasaran digital berbasis storytelling. Pendekatan ini penting agar nilai dan cerita di balik batik dapat tersampaikan dengan baik kepada konsumen, sehingga daya saing produk lokal di pasar digital tetap terjaga.
BalasHapusMenurut saya, kegiatan yang dilakukan oleh dosen Fakultas Vokasi UM ini sangat bagus dan bermanfaat bagi UMKM Batik Gama Wening. Dengan adanya bantuan dalam branding dan pemasaran digital, batik lokal bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, terutama generasi muda. Penggunaan storytelling juga menarik karena dapat membuat orang lebih mengenal cerita dan nilai budaya di balik batik tersebut. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan agar UMKM lokal semakin berkembang dan mampu bersaing di era digital.
BalasHapusartikel cukup menarik, karna memberikan informasi tentang adanya bantuan dalam pemasaran digital dan branding lokal
BalasHapusArtikel ini sangat inspiratif karena membantu UMKM melestarikan budaya lokal melalui inovasi pemasaran digital.
BalasHapusartikel yang menarik, kita sebagai pembaca jadi mengetahui informasi seperti ini
BalasHapusKegiatan ini sangat bermanfaat karena menunjukkan bahwa ilmu dari perguruan tinggi bisa diterapkan langsung untuk membantu UMKM berkembang.
BalasHapusArtikel yang sangat menarik, kegiatan yang bermanfaat karena dapat membantu UMKM berkembang
BalasHapusArtikelnya sangat menarik, kita jadi lebih tau informasi seperti ini
BalasHapussangat luar biasa
BalasHapusartikel yang sangat menarik untuk dibaca dan informasi yg didapat sangat informatif
BalasHapusArtikel ini sangat menarik dan sangat menginspirasi kami sebagai mahasiswa🙏
BalasHapusArtikel ini menarik karena menunjukkan bahwa teknologi digital dan kreativitas dapat membantu UMKM
BalasHapussangat menarik karena menunjukkan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membantu UMKM mengembangkan branding dan pemasaran digital.
BalasHapusPendekatan ini berhasil mendemokratisasi teknologi canggih untuk menyelamatkan dan melejitkan warisan lokal ke pasar digital global.
BalasHapusMenurut saya, artikel ini sangat menarik dan bermanfaat karena menunjukkan bahwa pendampingan dalam branding dan pemasaran digital dapat membantu UMKM batik lokal berkembang. Pemanfaatan storytelling dan teknologi AI juga menjadi langkah inovatif untuk memperkenalkan nilai budaya lokal agar lebih dikenal masyarakat luas
BalasHapusArtikel ini memberi inspirasi kepada mahasiswa🙏
BalasHapusArtikelnya bagus dan sangat menginspirasi untuk orang yang membacanya
BalasHapus