Kayutangan Semakin Tumbuh sebagai Kawasan Wisata Kuliner di Kota Malang

        Damariotimes. Kayutangan, pada masa lalu, merupakan sebuah kawasan yang dikenal sebagai pusat kegiatan pertokohan di tengah Kota Malang. Pada tahun 2022, dimulailah renovasi besar-besaran yang menjadikannya Kawasan Heritage. Tempat ini bukan hanya sekadar sebutan lokasi pertokohan di poros jalan masuk pusat kota, terutama alun-alun Kota Malang, tetapi juga telah lama menjadi pusat perdagangan. Namun, seiring berjalannya waktu, popularitas tempat ini semakin meredup. Terkait dengan pengembangan kampung tematik di Malang, Kayoutangan terkait dalam mengembangkan wisata kota berbasis kampung.

Satu sisi dari Keramaian Kayoetangan (Foto ist.)

Proses pembenahan di Jl. Jend. Baruki Rahmat, yang lebih dikenal sebagai Kayoutangan, fokus pada konstruksi jalan dan rekayasa jalur lalu lintas. Salah satu perubahan signifikan adalah penggabungan semua jalur lalu lintas menjadi satu jalur yang mengarah ke luar kota, dengan semua kendaraan hanya dapat menuju ke utara. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas dan menyeimbangkan arus lalu lintas di kawasan ini.

Dalam setahun terakhir, Kayoutangan mengalami transformasi signifikan menjadi kawasan wisata kuliner. Awalnya, beberapa kafe kecil muncul untuk menyediakan minuman bagi para pemuda yang senang nongkrong. Namun, kini Kayoutangan mulai berkembang menjadi wilayah kawasan wisata kota dengan pilihan kuliner berstrata. Berbagai jenis masakan, seperti masakan Tiongkok, makanan tradisional, hingga masakan barat, kini dapat dinikmati di tempat ini. Bahkan, beberapa kafe sudah mulai menyediakan minuman beralkohol, menambah variasi pengalaman kuliner di Kayoutangan.

Melihat perkembangannya, tempat ini tampaknya akan menjadi destinasi yang mirip dengan Kuta di Bali atau Kawasan street art di Penang, Malaysia. Pergeseran dari pusat perdagangan menuju kawasan kuliner telah membawa warna baru ke Kayutangan. Wisatawan dan warga setempat dapat menikmati beragam pilihan kuliner dengan latar belakang sejarah dan nuansa kampung yang terjaga.

Salah satu daya tarik utama Kayoutangan adalah atmosfer wisata eksotik yang tetap terasa meskipun telah diubah menjadi kawasan wisata. Bangunan-bangunan bersejarah yang direnovasi dengan cermat memberikan sentuhan klasik dan sekaligus modern, menciptakan harmoni antara masa lalu dan masa kini. Pengunjung dapat merasakan kehangatan wisata heritege dengan sentuhan kemewahan dari kuliner yang ditawarkan.

Keberhasilan transformasi Kayoutangan tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peran aktif masyarakat dan pengusaha lokal. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat setempat telah menciptakan sinergi yang mendukung pertumbuhan kawasan ini. Pengelolaan dengan pendekatan berbasis komunitas telah menjadikan Kayoutangan bukan hanya destinasi pariwisata, tetapi juga tempat yang menciptakan lapangan pekerjaan dan mendukung ekonomi lokal.

Kesuksesan Kayutangan sebagai kawasan heritage dan kuliner menunjukkan potensi besar dalam mengembangkan kawasan-kawasan sejarah di Indonesia. Pembangunan berkelanjutan yang menghormati warisan budaya dan sejarah, sambil memberikan nilai tambah ekonomi, dapat menjadi model bagi kawasan-kawasan lain yang ingin menghidupkan kembali pesona masa lalu mereka. Dengan terus menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, Kayoutangan bukan hanya menjadi saksi bisu sejarah Kota Malang, tetapi juga menjadi bagian integral dari kehidupan dan perkembangan masa depan.

 

 

 

Penulis : R. Hidajat

Editor   : Muhammad Afaf Hasyimy

Posting Komentar untuk "Kayutangan Semakin Tumbuh sebagai Kawasan Wisata Kuliner di Kota Malang "