![]() |
| karya Mahasiswa Vokasi UM (Foto ist.) |
Damariotimes. Tim peneliti dari
Program Studi Animasi, Vokasi, Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan
inovasi media pembelajaran digital berupa animasi dua dimensi (2D) bertajuk
"The Silent Cycle". Inovasi ini dirancang sebagai media edukasi
visual naratif mengenai bahaya pencemaran mikroplastik terhadap ekosistem laut
yang komunikatif, interaktif, serta mampu membangun keterikatan emosional
(emotional engagement) audiens remaja.
Penelitian tersebut disusun oleh
mahasiswa Rifqah Halimatus Sa'diyah bersama dosen pembimbing Joko Samodra,
S.Kom., M.T. dari Program Studi Animasi, Vokasi, Universitas Negeri Malang. Media
yang dikembangkan ditargetkan untuk siswa SMA/SMK dan remaja berusia 15 hingga
25 tahun.
Pengembangan animasi "The Silent
Cycle" dilatarbelakangi oleh maraknya krisis pencemaran mikroplastik yang
sukar kasat mata namun mengancam rantai makanan hingga kesehatan manusia.
Mayoritas media edukasi lingkungan yang ada saat ini masih bersifat statis atau
cenderung kaku dengan penyampaian data yang monoton. Hal tersebut dinilai
kurang efektif dalam menarik minat generasi muda yang umumnya memiliki rentang
perhatian (attention span) pendek serta membutuhkan stimulus visual yang
dinamis.
![]() |
| bisa diakses melalui ponsel (Foti ist.) |
Penelitian ini bertujuan untuk
memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi visual, desain
grafis, dan pendidikan lingkungan melalui pendekatan visual storytelling
berbasis animasi 2D. Selain itu, penelitian ini juga memperkaya formulasi media
edukasi lingkungan yang mampu menyampaikan materi ilmiah kompleks menjadi
narasi visual yang emosional dan mudah dipahami. Hasil penelitian diharapkan
dapat menjadi materi edukasi serta kampanye pelestarian laut bagi pendidik,
komunitas lingkungan, maupun lembaga pemerintah.
Dalam proses pengembangannya, tim
menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi enam
tahapan kerja sistematis, yaitu Concept (pengonsepan), Design (perancangan),
Material Collecting (pengumpulan materi), Assembly (pembuatan), Testing
(pengujian), dan Distribution (pendistribusian). Pendekatan ini memastikan
seluruh proses produksi multimedia berjalan terstruktur, mulai dari analisis
konsep hingga pendistribusian produk.
Produk utama penelitian adalah sebuah
video animasi 2D berpendekatan cinematic storytelling yang menggabungkan
estetika anime dan kelembutan gaya ilustrasi buku anak-anak. Animasi ini
mengusung sudut pandang (point of view) dari sebuah kantong plastik yang
dipersonifikasikan memiliki mata dan ekspresi, menelusuri perjalanan ekologis
dari pantai yang tercemar, terdegradasi oleh sinar ultraviolet di laut lepas,
terpecah menjadi partikel mikroplastik, hingga tertelan oleh biota laut. Untuk
memperkuat aspek dramatis, animasi ini meminimalisir dialog dan didukung oleh
narasi voice over, musik latar ambient, serta efek suara organis yang digarap
menggunakan perangkat lunak Clip Studio Paint, Adobe After Effects, dan CapCut.
Selain menghasilkan karya visual,
penelitian ini juga melahirkan luaran berupa artikel ilmiah yang diterbitkan
pada jurnal nasional Journal of Art, Design, Art Education & Culture
Studies (JADECS). Melalui uji validasi oleh ahli materi dan ahli media serta
uji coba pengguna pada siswa SMA/SMK, animasi "The Silent Cycle"
terbukti sangat layak secara teknis maupun pedagogis, serta efektif
meningkatkan pemahaman dan kesadaran audiens terhadap bahaya pencemaran
mikroplastik.
Melalui pengembangan animasi 2D ini,
tim peneliti berharap inovasi ini dapat menjadi alternatif media edukasi
lingkungan yang lebih adaptif dan komunikatif bagi generasi muda. Integrasi
pendekatan visual storytelling, estetika sinematik, dan tata suara yang
emosional diharapkan mampu menggugah kepedulian masyarakat untuk lebih bijak
dalam menggunakan plastik demi menjaga kelestarian ekosistem laut.
Reporter : MAH


Posting Komentar untuk "Mahasiswa Vokasi UM Kembangkan Animasi 2D "The Silent Cycle": Media Edukasi Visual Bahaya Mikroplastik Pada Ekosistem Laut"